Date:November 29, 2020

Wagub Gorontalo: Wabah Covid-19 Jadikan Momentum Intropeksi Diri

Gorontalo Wabah Covid-19

READ.ID – Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo Idris Rahim menyampaikan, wabah covid-19 saat ini jadikan momentum intropeksi diri atas apa yang sebaiknya harus dilakukan.

Kata Idris, musibah Covid-19 ini merupakan suatu momen agar masyarakat khususnya umat muslim di Indonesia untuk meningkatkan kesabaran, tawakal dan berikhtiar.

“Wabah Covid-19 harus kita jadikan sebagai sarana introspeksi diri sejauh mana kita bertakwa kepada Allah Swt dengan mengimplementasikan perintah-Nya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Wagub Idris saat bertindak sebagai khatib pada pelaksanaan salat Idulfitri 1 Syawal 1441 Hijriah di rumah jabatannya, Minggu (24/5).

Dalam pelaksanaan idulfitri di rumah jabatan Wagub, diikuti oleh keluarga inti serta beberapa petugas di rumah jabatan Wagub Gorontalo sesuai dengan anjuran pemerintah yang mengimbau kaum muslimin, untuk tidak menggelar salat di lapangan atau masjid guna memutus mata rantai penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dalam khutbahnya, Idris mengajak umat Islam meningkatkan iman dan takwa dengan melaksanakan seluruh perintah dan menjauhi larangan Allah Swt.

Idris menuturkan, suasana Ramadan dan Idulfitri 1441 Hijriah berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena saat ini bangsa Indonesia dan seluruh dunia tengah mengalami pandemi Covid-19. Guna memutus mata rantai penularan Covid-19, Wagub mengajak umat Islam untuk hidup disiplin dengan mentaati dan menerapkan protokol kesehatan.

Lebih lanjut Ketua Komisariat Wilayah Alkhairaat Provinsi Gorontalo itu menuturkan, tujuan ibadah Ramadan pada hakikatnya adalah untuk menciptakan insan yang bertakwa. Menurutnya, setiap muslim layak disebut bertakwa jika senantiasa takut kepada Allah Swt, melaksanakan ajaran Alquran dan Hadits, serta ridha pada ketentuan Maha Pencipta.

“Kita berdoa semoga seluruh amaliyah Ramadan diterima Allah Swt dan kita tergolong orang yang bertakwa,” imbuhnya.

Diakhir khutbahnya, Idris mengajak kaum muslimin untuk mengisi hari-hari setelah Ramadan dengan berbagai amal kebajikan, lebih mementingkan kebersihan hati dan jiwa, mencintai sesama dengan ikhlas, serta saling tolong menolong dalam kebajikan dan ketakwaan. Ibadah yang telah dilaksanakan selama sebulan penuh pada Ramadan, harus senantiasa dijaga bahkan ditingkatkan di luar bulan Ramadan.

“Bulan Ramadan telah melatih kita untuk beribadah dan menjaga hawa nafsu guna mencapai pribadi yang bertakwa. Semoga kita semua dipertemukan kembali dengan Ramadan mendatang,” pungkasnya. (Adv/RL/Read)