Date:September 20, 2020

Wagub Gorontalo Minta Pelaksanaan MTQ Siapkan Protokol Kesehatan

Gorontalo MTQ

READ.ID – Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo Idris Rahim meminta kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) untuk mempersiapkan pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Gorontalo yang akan dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo Utara.

Sejatinya, MTQ tingkat Provinsi Gorontalo akan digelar pada Juli 2020, namun karena pandemi Covid-19, pelaksanaan MTQ ditunda hingga akhir Agustus atau awal September 2020.

“Segera koordinasikan dan persiapkan semua hal terkait pelaksanaan MTQ di Gorut, termasuk mekanisme penerapan protokol kesehatan bagi peserta, panitia, dan dewan hakim,” ucap Wagub ke Ketua LPTQ Budiyanto Sidiki dan Sekretaris LPTQ Yasir Arafat Dama yang turut mendampinginya pada peluncuran MTQ Nasional.

MTQ tingkat Provinsi Gorontalo rencananya akan diikuti oleh enam kafilah dari kabupaten/kota se Provinsi Gorontalo dengan jumlah peserta sebanyak 240 orang. Cabang yang dilombakan pada MTQ Provinsi Gorontalo sebanyak delapan cabang, yaitu seni baca Alquran, qiraat Alquran, hafalan Alquran, tafsir Alquran, fahmil Quran, syahril Quran, lomba kaligrafi, serta karya tulis ilmiah Alquran.

Sementara itu, wagub mengikuti peluncuran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-28 secara virtual oleh Menteri Agama RI, Fachrul Razi, yang disiarkan dari Kantor Kementerian Agama RI di Jakarta, Selasa (28/7).

“Launching MTQ ini menjadi penanda bagi khalayak dan tuan rumah siap menyongsong pelaksanaan MTQ Tingkat Nasional,” kata Menag, Fachrul Razi, dalam sambutannya.

MTQ Nasional ke-28 akan digelar di Kota Padang, Sumatera Barat, pada bulan November 2020. Meski diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19, Fachrul Razi mengatakan hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk tidak produktif melaksanakan agenda nasional.

Menurutnya, MTQ tidak hanya sebagai ajang kontestasi semata, tetapi lebih dari itu MTQ harus dimaknai sebagai upaya menstimulasi umat lebih mencintai dan mendalami aturan dan ajaran yang terkandung dalam Alquran.

“Indeks literasi umat Islam terhadap Alquran masih sangat rendah. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengatasinya. MTQ merupakan siar Islam yang harus dibina dan dikembangkan serta dilestarikan,” ujarnya.

(Adv/RL/Read)