Date:October 27, 2020

Tim Perpustakaan Nasional Kunjungi Pembudidaya Hidroponik di Pohuwato

Hidroponik Pohuwato

READ.ID – Keberhasilan implementasi program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial oleh salah seorang warga di Kabupaten Pohuwato, Kumi Muhamad yang sukses dalam menekuni budidaya tanaman hidroponik menjadi perhatian di kancahnasional, Rabu (23/09/2020).

Tak terkecuali, hal tersebut juga mengundang perhatian dari pihak Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI dengan membuat video dokumentasi cerita dampak positif dari program transformasi tersebut.

Bertempat di Rumah Jabatan, Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga bersama Kadis Perpustakaan dan Kearsipan, Lusiana Bouty menerima kedatangan tim pembuat video dokumenter dari Perpusnas RI yang terdiri dari Faisal Karim, Yudi, dan Rangga.

Selaku Pemerintah Daerah, Bupati Syarif mengucapkan terima kasih kepada Perpusnas RI atas kunjungannya ke Kabupaten Pohuwato tepatnya di Desa Padengo, Kecamatan Duhiadaa sehubungan dengan pembuatan video cerita dampak transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang telah dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pohuwato tahun 2020.

“Saya dan semua masyarakat pasti bangga dengan keberhasilan ibu Kumi yang sampai dilirik oleh pihak Perpustakaan Nasional, terima kasih dan semoga dengan program transformasi ini akan membantu ibu-ibu rumah tangga untuk lebih produktif dan bisa membantu suami,” ujar Bupati.

Selain itu, Bupati Syarif Mbuinga menyempatkan waktu berdialog langsung dengan Kumi Muhamad seputar keberhasilan dalam memanfaatkan tanaman hidroponik yang semua ilmunya diperoleh adalah dari hasil membaca buku.

Namun diakui oleh ibu yang merawat 4 cucu ini bahwa mulanya tidak percaya tanaman yang bisa hidup di air tanpa adanya tanah. Tapi karena selalu didampingi dan diyakinkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta rasa penasaran maka dicobalah.

“Alhamdulillah berhasil dan saya bisa menghidupi 4 orang cucu yang saat ini sedang mengenyam pendidikan di SMK Integral Hidayatullah dan MTs Hidayatullah, Kecamatan Buntulia. Karena selain dikonsumsi hasilnya juga dijual di pasar serta ada yang datang untuk membeli tanaman yang ada,” ujarnya.

Keberhasilan tersebut oleh Bupati Syarif Mbuinga kiranya bisa diikuti oleh ibu rumah tangga lain terlebih dimasa pandemi Covid-19 dengan memanfaatkan lahan atau pekarangan rumah masing-masing untuk mengurangi belanja untuk kebutuhan hidup.

(Adv/Dodi Read)