Date:October 22, 2020

Sensasi Paralayang di Bukit Kayubulan Gorontalo

Paralayang Gorontalo

READ.ID – Bukit Kayubulan di Desa Kayubulan, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo menjadi spot yang baru bagi para atlet maupun pecinta paralayang.

Bukit Kayubulan memiliki dataran yang cukup tinggi, sehingga menjadi daya tarik bagi atlet paralayang menghempaskan parasutnya untuk bisa terbang di langit.

Seperti yang dilakukan oleh sejumlah atlet paralayang di Gorontalo maupun atlet asal Manado, Sulawesi Utara, Minggu (04/10/2020).

Satu persatu para atlet tersebut bergantian menghempaskan parasutnya, sambil menikmati keindahan alam dari ketinggian.

Selain hamparan pohon di pegunungan, terlihat juga panorama laut, maupun pemukiman penduduk sejauh mata memandang. Sensasi olahraga yang memacu adrenalin itu bisa membuat pengalaman tak terlupakan bagi orang yang pertama kali ingin terbang dari bukit Kayubulan tersebut.

Paralayang

Suasana Atraksi Atlet Paralayang di Bukit Kayubulan, Kabupaten Gorontalo.

Atlet Paralayang Gorontalo, Brigpol Septian Lamadlauw mengatakan, lokasi yang ada di bukit Kayubulan menjadi salah satu lokasi favorit bagi dirinya bersama teman-teman pecinta paralayang di Gorontalo.

Septian menceritakan atraksi selama melayang di udara, ia dapat terbang sekitar 15 sampai 30 menit sebelum tiba di dataran rendah.

“Dari bukit-bukit lainnya di Gorontalo, Bukit Kayubulan yang bagus untuk dijadikan tempat paralayang. Kondisi anginnya juga sangat baik untuk bisa terbang, sehingga membuat parasutnya naik. Di lokasi juga ada lapangan yang menjadi tempat lending setelah terbang. Ini sangat menyenangkan bagi kami,” tutur Septian.

Paralayang Sensasi

Aktivitas Paralayang di Bukit Kayubulan,

Di Gorontalo sendiri, kata Septian, Komunitas paralayang baru akan dibentuk. Sehingganya kedepan, diharapkan menjadi destinasi wisata bagi pecinta paralayang maupun wisatawan yang ingin mencoba olahraga ini.

“Komunitasnya baru mau dibentuk. Kalau sudah terbentuk, nantinya atraksi ini bisa dijadwalkan. Karena di Gorontalo sendiri, paralayang ini menjadi hal yang baru, apalagi sampai menjadi destinasi wisata. Jadi peminat paralayang itu akan banyak, jika olahraga ini bisa sering dilakukan,” ujarnya.

Paralayang Gorontalo

Atlet Paralayang Gorontalo, Brigpol Septian Lamadlauw (kiri) dan Atlet paralayang Sulawesi Utara, Sthenly Tompoh.

Sementara itu, salah satu Atlit paralayang Sulawesi Utara, Sthenly Tompoh menilai, bukit Kayubulan memiliki keunikan dan cukup menantang bagi penerbang yang menyukai lintas alam. Menurutnya, ketinggian di bukit ini sangat memenuhi syarat aktivitas paralayang.

Namun Sthenly berharap, uji terbang di bukit Kayubulan dapat mendorong masyarakat maupun pemerintah setempat untuk mengembangkan lokasi tersebut sebagai salah satu destinasi wisata menarik.

“Untuk sampai di bukit memang cukup sulit akses jalannya. Kami berharap kedepan bisa menjadi perhatian pemerintah untuk dibenahi, agar di Gorontalo sendiri banyak peminat yang ingin menjadi atlet paralayang,” pungkas atlet yang akan dipersiapkan mengikuti PON XX di Papua tersebut.

(Wahyono/RL/Read)