Date:August 11, 2020

Sate Menjadi Makanan Wajib Saat Idul Adha

Sate

READ.ID – Sejak dini hari, Jumat, 31 Juli 2020 meski diguyur hujan dengan sangat deras, hal ini tidak mematahkan semangat umat muslim di Gorontalo untuk beribadah solat Idul Adha dan berkurban. Hari tersebut menjadi momentum jatuhnya perayaan Idul Adha 1441 H.

Seperti di tahun-tahun sebelumnya, perayaan Idul Adha selalu jadi bagian dari masyarakat untuk saling bersilaturrahmi antar sanak saudara bertukar ucapan Hari Raya Kurban. Idul Adha dan peristiwa berkurban menjadi bagian dari bentuk syukur dan saling berbagi antar sesama, sehingga tak sedikit sejak hari pertama hari raya hingga hari-hari tasyrik membuat banyak orang berbondong-bondong menukar kupon daging lalu dibawa pulang bersantap bersama keluarga dan kerabat.

Idul Adha menjadi waktu menyantap daging dengan segala jenis olahan yang beragam, salah satunya adalah sate. Sate sebagai salah satu bentuk olahan sederhana dari daging saat hari raya membuat menu yang satu ini selalu jadi alternatif yang paling banyak dibuat dan dicari. Sehingga tidak sedikit orang menyatakan bahwa tidak afdol rasanya jika berIdul Adha tanpa sate. Hal ini dikemukakan oleh salah satu warga Lorong Semeru, Gorontalo, yang juga turut merayakan momen Idul Adha tersebut.

“Sate itu seolah jadi makanan wajib setiap Idul Adha. Bukan Idul Adha namanya kalua tidak bakar-bakar sate” kata Alif, salah satu warga Lorong Semeru Gorontalo (Jumat,31/7/20).

Momen Idul Adha membuat menu sate menjadi wajib dan bagian dari ritual tahunan yang tidak boleh dilewatkan. Mulai dari beragam bumbu, sate kambing atau sate sapi, hingga keanekaragaman yang dikemas oleh masing-masing daerah yang menjadi warna perayaannya. Karena hal ini pula banyak pengrajin tusuk sate, serta tempurung kelapa yang mendapatkan dampak akibat banyaknya warga yang membeli sebagai bahan yang digunakan saat membakar sata, serta menjadikan menu resep sate di internet jadi kata kunci yang banyak diselancari oleh pengguna media sosial.

Idul Adha dan segala ceritanya pada intinya jadi perayaan rasa syukur berkumpul oleh banyak orang. Lewat tusuk sate, banyak cerita dan tawa yang dibagi bersama oleh banyak orang. Sehingga sate tidak hanya menjadi makanan wajib, namun juga bagian dari alternatif pertemuan serta kisah seluruh lapisan masyarakat yang merayakannya.

(RL/Read)