banner 468x60

Puluhan orang ikut “Mo Karawo” Design Training

Karawo Design
(Foto Humas)

READ.ID – Sebanyak 75 pengrajin Karawo atau kain sulaman khas Gorontalo mengikuti “Karawo Design Training” atau pelatihan desain motif Karawo di gedung Grand Palace Convention Center, Kota Gorontalo, Rabu (2/10/2019).

Mo Karawo Design Training tersebut merupakan rangkaian dari Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) tahun 2019 yang digelar oleh Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.

GKK ini adalah salah satu dari 100 Calendar of Event (CoE) Kementerian Pariwisata.

“Karawo ini merupakan kerajinan tradisional yang kita andalkan dan tentunya perlu terus ditingkatkan kualitas sehingga bisa bersaing di pasar nasional bahkan hingga internasional,” kata Sutan Rusdi, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo, saat membuka pelatihan.

Melalui pelatihan desain motif Karawo, Sutan berharap kapasitas para pengrajin Karawo lebih meningkat dengan melahirkan produk dengan desain motif yang lebih bervariasi.

Sutan Rusdi mengajak para mahasiswa dan pelajar yang turut mengikuti pelatihan tersebut untuk mampu menciptakan motif-motif Karawo dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

“Bagi mahasiswa dan pelajar yang memiliki hobi desain bisa menyalurkan bakatnya untuk menghasilkan desain motif Karawo melalui aplikasi teknologi,” kata Sutan Rusdi.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Rifli Katili menjelaskan, pelatihan desain motif Karawo merupakan rangkaian kegiatan Gorontalo Karnaval Karawo tahun 2019 yang tahun ini sudah kesembilan kalinya dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo.

Rifli menuturkan, pelatihan desain motif Karawo bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para pengrajin dalam menghasilkan motif Karawo yang sesuai dengan tren fashion yang berkembang.

Dikatakannya bahwa selama ini motif Karawo masih sangat terbatas dan Karawo hanya identik dengan motif kembang.

“Karawo ini sudah sampai ke mancanegara, untuk itu kita harus mampu mengembangkan motif-motif Karawo yang mengikuti tren fashion nasional dan dunia. Ke depan kita juga berharap Karawo tidak hanya dikenakan pada kegiatan formal saja, tetapi melekat dalam keseharian masyarakat Gorontalo khususnya generasi milenial,” pungkasnya.

Narasumber pada pelatihan tersebut yaitu I Wayan Sudana dan Hasdiana Saleh dari Jurusan Desain dan Seni Rupa Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo, serta Agus Lahinta praktisi dari Rumah Karawo binaan Kantor Perwakilan BI Gorontalo. (Rilis/RL)

Baca berita kami lainnya di

banner 468x60