Date:December 2, 2020

Pertolongan Pertama Saat Terjadi Serangan Jantung

Serangan Jantung

READ.ID – Bagi Anda yang berada dekat dengan penderita penyakit jantung, penting untuk mengetahui teknik pertolongan pertama serangan jantung. Hal ini karena pertolongan pertama yang Anda berikan bisa menolong hidup seseorang.

Dikutip dari alodokter.com, serangan jantung adalah kondisi darurat medis ketika terjadi penghentian aliran darah yang membawa oksigen ke jantung akibat penyumbatan. Kondisi ini dapat merusak otot jantung karena tidak mendapat suplai oksigen dan dapat membahayakan nyawa.

Mengenali Gejala Serangan Jantung dengan Cepat

Karena nyawa bisa menjadi taruhannya, penting untuk mengenali gejala serangan jantung dengan baik. Memang, gejala serangan jantung yang muncul bisa berbeda pada tiap orang. Namun, ada beberapa gejala umum yang penting untuk diketahui yakni sebagai berikut:

  1. Dada terasa nyeri, seperti tertekan benda berat atau tertarik, yang berlangsung selama beberapa menit
  2. Nyeri dada yang menjalar ke lengan, pundak kiri, punggung, leher, rahang, tulang dada, dan tubuh bagian atas
  3. Sesak napas
  4. Mual, muntah, nyeri ulu hati
  5. Tubuh terasa sangat lemas dan pusing
  6. Keluar keringat dingin
  7. Detak jantung cepat atau tidak beraturan

Cara Memberikan Pertolongan Pertama

Jika seseorang di sekitar Anda ada yang mengalami gejala dari serangan jantung seperti di atas, berikut pertolongan pertama yang bisa Anda berikan:

Pada pasien yang masih sadar

Jika orang yang mengalami serangan jantung masih dalam kondisi sadar, pertolongan pertama serangan jantung yang bisa dilakukan antara lain adalah:

  1. Coba tenangkan pasien dan hubungi ambulans secepatnya.
  2. Sambil menunggu ambulans datang, bimbing pasien untuk duduk di kursi, lantai, atau bersandar pada dinding. Duduk di lantai lebih disarankan karena dapat mengurangi cedera jikalau tiba-tiba pasien pingsan.
  3. Setelah ia duduk, longgarkan semua pakaian yang dikenakannya.
  4. Jika pasien memiliki obat nitrogliserin yang diresepkan dari dokter, segera berikan obat ini kepadanya. Cara pemberiannya adalah dengan meletakkan tablet di bawah lidah.
  5. Bila tersedia, berikan aspirin 325 mg dan mintalah pasien untuk mengunyahnya, namun pastikan Anda yakin pasien tidak punya riwayat perdarahan dan alergi aspirin.
  6. Hindari memberikan makanan atau minuman apapun melalui mulut.
  7. Setelah pertolongan pertama serangan jantung diberikan dan ambulans datang, segera bawa ke UGD atau rumah sakit terdekat.
  8. Bila saat menunggu pasien tidak sadarkan diri, lakukan resusitasi jantung paru.

Pada pasien yang tidak sadarkan diri

Untuk pasien yang tidak sadarkan diri, berikut ini adalah pertolongan pertama yang bisa Anda berikan:

  1. Segera hubungi ambulans atau mintalah orang lain untuk menghubungi ambulans dan rumah sakit terdekat.
  2. Sambil menunggu bantuan datang, baringkan pasien di tempat yang datar dan lakukan RJP (resusitasi jantung paru).
  3. Bagi yang belum mendapatkan pelatihan RJP, lakukan tindak kompresi dada saja. Ini dilakukan dengan cara meletakan satu telapak tangan pada bagian tengah dada korban, lalu letakkan tangan satunya di atas tangan yang pertama.
  4. Setelah itu, eratkan jari-jari kedua tangan dan lakukan penekanan pada dada hingga 5–6 cm ke bawah, lalu lepaskan. Lakukan tindak kompresi dada sebanyak 100-120 kali tiap menit hingga pertolongan datang atau pasien merespons. Bergantianlah dengan penolong lain jika Anda kelelahan melakukan RJP sendiri.
  5. Bagi yang sudah terlatih, Anda bisa melakukan RJP dengan bantuan napas.
  6. Jika di sekitar Anda terdapat alat AED (automated external defibrillator), manfaatkanlah. Anda hanya perlu menyalakannya dan ikuti panduan suara yang keluar dari AED mengenai langkah-langkah penggunaan AED tersebut.
  7. Bawa segera pasien ke UGD rumah sakit terdekat.

Bagi anda sendiri yang terkena serangan jantung

Serangan jantung dapat terjadi kapan saja, dan jika serangan jantung terjadi, dan ‘malangnya’ kita hanya sendirian, lantas apa yang haus dilakukan?

Asisten Profesor Chin Chee Tang, Konsultan Senior, Departemen Kardiologi di National Heart Centre Singapore (NHCS), menjawab, hal pertama yang harus dilakukan adalah memanggil bantuan medis darurat (hubungi 112 jika di Jakarta).

Kita perlu perawatan khusus untuk dikirimkan kepada kita secepat mungkin untuk menyelamatkan otot jantung.

“Jika Anda sendirian ketika serangan jantung terjadi, hentikan apa pun yang Anda lakukan, lanjutkan ke tempat yang aman untuk beristirahat dan minta bantuan medis. Misalnya, jika Anda sedang mengemudi, pertama-tama tarik ke sisi jalan dan minta bantuan, ”saran Chin.

Sambil menunggu bantuan tiba,  kita disarankan melonggarkan pakaian lalu minum aspirin (jika tidak alergi).

Ini adalah obat pengencer darah yang paling umum dikonsumsi di dunia, yang akan meningkatkan peluang untuk bertahan hidup ketika dikonsumsi selama serangan jantung.

Sebagian besar kasus serangan jantung disebabkan oleh pembekuan darah di salah satu pembuluh darah yang bertanggung jawab untuk memasok darah ke jantung.

Penyumbatan yang terjadi membuat jantung kehilangan darah yang kaya oksigen, menyebabkan kerusakan pada otot jantung, yang semakin lama semakin mati.

Mengambil aspirin selama serangan jantung dapat membantu karena mencegah gumpalan membesar, memberikan tubuh kesempatan untuk memecah gumpalan darah.

Itulah beberapa pertolongan pertama serangan jantung yang bisa Anda lakukan. Pertolongan harus diberikan secepat mungkin. Semakin cepat pasien tiba di rumah sakit, harapan hidupnya akan semakin besar dan risiko kerusakan jantung yang luas juga cenderung berkurang.

Jika Anda atau keluarga Anda memiliki kondisi yang meningkatkan risiko untuk mengalami serangan jantung, misalnya tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes, pastikan obat yang diberikan dokter diminum secara teratur dan kontrol ke dokter juga dilakukan tepat waktu sesuai jadwal.

Tanyakan pada dokter mengenai gejala dan tindakan apa yang bisa dilakukan atau obat apa yang boleh dikonsumsi bila terjadi serangan jantung. Pastikan keluarga lain atau orang-orang terdekat penderita juga mengetahui soal ini.

Sumber:

https://www.alodokter.com/

https://health.grid.id/