Date:January 17, 2021

Penderita HIV AIDS di Gorontalo Ketambahan 64 Kasus

READ.ID – Penderita HIV dan AIDS di Provinsi Gorontalo sejak periode Januari-Oktober 2020 terjadi penambahan 64 kasus.

Data itu berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo masing-masing terdiri dari 24 kasus HIV dan 40 AIDS.

Namun demikian, jika dibandingkan dengan tahun 2019, penderita penyakit yang merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome ini terjadi penurunan kasus.

Mengingat tahun kemarin, pada periode yang sama, penderitnya berjumlah 49 HIV dan 36 AIDS.

“Di Provinsi Gorontalo untuk jumlah keseluruhan telah mencapai 609 kasus, dengan jumlah HIV 287 kasus dan AIDS 322 kasus,” jelas Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2PM) Menular Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dr. Irma Cahyani Ranti, saat di hubungi awak Read.id, Jumat (28/11/2020).

Ia mengatakan kasus HIV dan AIDS di Gorontalo setiap tahun pasti ditemukan kasusnya. Meskipun jumlah kasus yang ditemukan cenderung fluktuasi, kata Irma Cahyani, namun penyebarannya terus ada.

Menurutnya, berbagai upaya dalam mengatasi kasus HIV AIDS di Gorontalo pun terus dilakukan. Mulai dari melakukan sosialisasi pencegahan, pemeriksaan sampai dengan pengobatan.

Termasuk Juga dengan mewajibkan para penderita untuk mengkonsumsi obat ARV setiap hari selama seumur hidup.

“Bahkan, saat ini selain di rumah sakit, ada 3 puskesmas di Kota Gorontalo yang kami buka layanan pengobatan HIV, yakni PKM Dumbo Raya, PKM Kota Barat dan PKM Sipatana,” tambahnya.

Kendati begitu, jelas Irma, obat Antiretroviral (ARV) yang diberikan tidak dapat menyembuhkan HIV, tetapi dapat menekan replikasi virus HIV di dalam tubuh penderita.

“Sehingga bila virus terus ditekan perkembangannya, maka ODHA dapat hidup sebagaimana orang sehat lainnya,” tuturnya.

Ia menyayangkan masih ada penderita yang tidak mau minum obat. Padahal, sudah didiagnosis terpapar penyakit ini.

Terakhir, dirinya meminta masyarakat tidak perlu mensitgma ataupun mendiskriminasi
Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA).

Sebab, perlu diketahui, ketika mereka sudah minum obat, maka virusnya sudah tersupresi dan tidak akan mudah menularkan lagi.

“Ingat, HIV hanya bisa menular melalui darah dan cairan kelamin serta ASI, sehingga jika kita tidak kontak dengan ketiga cairan tersebut maka tidak akan tertular,” tandasnya.

(Rinto/RL/Read)