Date:September 21, 2020

Pencarian 7 Korban Kapal Garuda Jaya Tenggelam Dihentikan

READ.ID – Proses pencarian 7 penumpang asal Gorontalo yang menjadi korban tenggelamnya Kapal Layang Motor (KLM) Garuda Jaya 22 GT di perairan Banggai Sulawesi Tengah dihentikan. Pencarian ditutup sejak Jumat 30 Agustus 2019 pada pukul 17.00 Wita.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Palu (Basarnas) Basrano mengatakan, penghentian operasi pencarian korban sudah sesuai peraturan Undang-undang No.29 tahun 2014 tentang Standar Operasional Prosedur (SOP), yakni jika dalam 7 hari pencarian sejak awal kejadian tapi tetap tidak bisa ditemukan, operasi SAR pun akan ditutup.

“Upaya pencarian KLM Garuda Jaya dan para korban mulai Sabtu 24 Agustus 2019 sudah memasuki hari ke tujuh. Kami sudah berupaya melakukan pencarian namun tidak ditemukan adanya tanda-tanda keberadaan korban maupun bangkai kapal,” Ungkap Basrano, saat dikonfirmasi Read.id, Sabtu (31/8).

Walaupun pencarian dihentikan, upaya pemantauan terus dilaksanakan terhadap ke 7 korban. Jika ada indikasi penemuan, maka operasi SAR dapat dibuka kembali.

Sebelumnya operasi pencarian terhadap korban KLM Garuda Jaya telah dilakukan sejak laporan diterima pada 24 Agustus 2019. Dalam laporan, ada 14 orang menjadi korban di kapal pengangkut barang tersebut. Awal pencarian pada Sabtu (24/8) sekitar pukul 11.00 Wita,
Tim SAR berhasil menemukan lima korban yang merupakan nahkoda bersama Anak Buah Kapal (ABK) dalam keadaan selamat menggunakan perahu sampan dan pelampung. Kelima korban yang selamat adalah nahkoda kapal Ali Sadi (36), Kasman (62) Ali Kois(39), La Bobi (36) dan Ali Tama(34). Semuanya merupakan warga Desa Todoli, Kecamatan Lede, Kabupaten Taliabu, Provinsi Maluku Utara.

Sementara pada Senin (26/8), dua korban lainnya kembali ditemukan selamat oleh Kapal Motor (KM) Manalagi yang saat itu melintas di Perairan antara Banggai Sulteng dan Taliabo Maluku Utara. Dua korban tersebut ditemukan saat menggunakan jerigen dijadikan sebagai pelampung. Mereka adalah Jemin Nm Botutihe ( L/28), warga Desa Tumbu Mekar Kecamatan Bone Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo, serta Ajis Abdullah (L/40), Warga Desa Batungo Bungo Kecamatan  Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo.

Saat ini, masih ada 7 korban lainnya yang belum berhasil ditemukan yakni :

1. Aladin Botutihe (L/31)
Alamat : Ds. Tumbu Mekar Kecamatan Bone Kabupaten. Bone Bolango Prov. Gorontalo
2. Moh. Iksal Botutihe (L/29)
Alamat : Ds. Tumbu Mekar Kec. Bone kab. Bone Bolango Prov. Gorontalo
3. Irpan Piyohu ( L/40)
Alamat : Ds. Mula Mahu Kec. Bonr Kab. Bone Bolango Prov. Gorontalo
4. Aris Abdullah
Alamat : Desa Batungo Bungo Kec. Kwandang Kab. Gorut Prov. Gorontalo
5. Masrun Ishak 36 Thn
Alamat : Desa Batungo Bungo Kec. Kwandang Kab. Gorut Provinsi Gorontalo
6. Ramin Abdullah
Alamat : Desa Batungo Bungo Kec. Kwandang Kab. Gorut Provinsi Gorontalo
7. Tahir Kusuma
Alamat : Desa Batungo Bungo Kec. Kwandang Kab. Gorut Provinsi Gorontalo

Adapun unsur yang terlibat yaitu Basarnas Palu, Basarnas Gorontalo, Basarnas Manado, TNI (Kodim banggai, Pos Angkatan Laut dan Koramil Kepulauan Sula Taliabu), Polri (Polres Banggai, Polair), BPBD (Luwuk, Banggai Laut, Banggai Kepulauan) dan Masyarakat Nelayan.

Sebelumnya Kamis (22/8), 9 warga Gorontalo itu menumpang di kapal Garuda jaya dari pelabuhan dari pelabuhan Lalong Luwuk Kabupaten Banggai Sulteng dengan tujuan Tikong Taliabu, Maluku Utara. Mereka pergi ke Maluku Utara untuk bekerja sebagai pekebun cengkeh.

Pada Jumat (23/8) sekitar pukul 23.00 Wita, tiba-tiba kapal mengalami kebocoran pada bagian lumbung kapal yang kecelakaannya pada titik kordinat 1°37’46.36″S – 124°18’55.29″T, sekitar 100 Nm dari pelabuhan Luwuk. Para penumpang sempat menyelamatkan diri menggunakan pelampung dan perahu sampan milik kapal tersebut. Ombak yang tinggi , membuat mereka terpisah berkelompok. (Wahyono/RL/Read)