Date:September 18, 2020

Pemprov Dukung Pengembangan Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo

Universitas Nahdlatul Ulama

READ.ID – Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) mendukung sepenuhnya pengembangan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) yang diresmikan pada tahun 2019 silam oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir.

Idris berharap, UNU Gorontalo dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Gorontalo yang menjadi program unggulan Pemprov Gorontalo.

“Pengembangan universitas ini menjadi tanggung jawab kita bersama, pemerintah, masyarakat, dan warga nahdliyin Gorontalo. Pemprov Gorontalo akan mendukung sepenuhnya sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Idris kepada Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Gorontalo, Zulkarnain Suleman, bersama jajarannya di rumah jabatan Wagub Gorontalo, Kamis (13/8/2020). P

Sementara ketua PWU Zulkarnai Suleman melaporkan perkembangan Universitas Nahdlatul Ulama kepada Wagub Idris.

“Tahun ini UNU kembali membuka pendaftaran mahasiswa baru. Alhamdulillah, dari tahun ke tahun perkembangan universitas ini sangat luar biasa, dibuktikan dengan tingginya minat masyarakat untuk mengenyam pendidikan di universitas yang tahun ini sudah berusia tiga tahun,” tutur Zulkarnain saat diwawancarai usai pertemuan tersebut.

Zulkarnain mengatakan, tingginya minat masyarakat menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya untuk meningkatkan infrastruktur dan sumber daya manusia UNU Gorontalo. Sebagai salah satu universitas yang menjadi penyangga pengembangan sumber daya manusia di Provinsi Gorontalo, Zulkarnain berharap dukungan pemerintah daerah dalam meningkatkan fasilitas di UNU Gorontalo.

“Saat ini jumlah mahasiswa baru yang telah mendaftar sebanyak 600 orang dan ditargetkan akan melampaui 1.000 orang. Minat masyarakat sangat tinggi, tetapi kami terkendala dengan fasilitas, oleh karena itu kami mengharapkan dukungan Pemprov Gorontalo,” imbuhnya.

UNU Gorontalo memiliki 11 program studi, di antaranya Ilmu Hukum, Psikologi, Kesejahteraan Sosial, Konservasi Hutan, dan Sosial Ekonomi Perikanan. Hingga saat ini jumlah mahasiswa di universitas yang memiliki konsep ‘Riset Berkarakter Ahlussunah Waljamaah’ itu sudah lebih dari 1.000 orang.

(Adv/RL/Read)