Date:September 19, 2020

Partai Gelora Sesumbar Bakal Cetak Pemimpin Berkualitas Kerja Nyata, Bukan Wacana

READ.ID – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Muhammad Anis Matta berbicara mengenai modal utama atau komponen mendasar pemimpin Indonesia masa mendatang.

Menurut Anis, ada lima fitur komponen dasar itu. Saat menyampaikan Orasi Kebangsaan bertajuk ‘Fitur Pemimpin Peradapan’ usai melaunching Akademi Pemimpin Indonesia (API) partai Gelora Indonesia, Senin (17/8) malam, Anis mengatakan, API memberikan solusi kedua dari yang kita perlukan, dari setiap krisis setelah peta jalan pemimpin dan determinasi kolektif.

“Kita ingin arah baru untuk bisa membawa Indonesia jadi kekuatan kelima dunia untuk bisa melahirkan pemimpin yang besar, untuk bisa membawa narasi besar, itulah misi utama API ini,” ungkap Anis saat membuka orasi.

Kelima fitur atau komponen dasar itu adalah, pertama untuk melahirkan pemimpin baru adalah yang memiliki kesadaran mendalam oleh krisis. Menurut Anis, ini penting sekali jika pemimpin mempunyai kesadaran mendalam akan krisis. Fitur kedua memiliki semangat kepahlawanan dan memiliki tanggung jawab yang tinggi.

Fitur kedua, pemimpin ini memiliki apa yang disebut semangat kepahlawanan nubuwwah, semangat kepahlawanaan profetik, dia memiliki apa yang kita sebut sebagai profetik heroism, jadi dia merasa memiliki tanggung jawab pribadi atas masalah bangsanya, bahwa krisis ini secara pribadi panggilan dirinya, dan panggilan inilah yang dia jawab.

“Jadi ciri yang menandai para pahlawan yang memiliki semangat nubuwwah itu yaitu semangat pertangungajawaban baik kepada Allah, manusia, dan sejarah yaitu kepada generasi yang akan datang kemudian,” kata Anis.

Fitur ketiga, pemimpin yang membicarakan solusi bukan membicarakan masalah. Pemimpin yang memiliki agama sebagai pegangan dan punya pengetahuan untuk mengaplikasikan cara bekerja. Ia menilai pemimpin itu harus bisa menggabungkan antara elemen agama dan pengetahuan.

“Dalam makna itu, kita ketemu dengan persoalan utama, bahwa dalam krisis besar manusia dibutuhkan agama sebagai pegangan, dan pengetahuan sebagai cara kerja. Memadukan agama dan pengetahuan adalah narasi besar sepanjang peradaban,” kata Anis.

Di samping agama, adalah pengetahuan, karena itu menjadi sumber pemberdayaan, pengetahuan kekuatan, jadi kalau kita ingin buat suatu kapasitas suatu bangsa, kita harus buat mereka berpengetahuan.
“Memadukan agama dan pengetahuan adalah asas kita masuk dalam komponen narasi sangat penting, yaitu masyarakat lebih dulu daripada negara,” ucap laki-laki kelahiran Bone, Sulawesi Selatan ini.

Menurut Wakil Ketua DPR RI 2009-2014 ini, sangat penting bila seorang pemimpin meletakkan rakyat menjadi nomor satu atas segalanya. Dia menyebut suatu negara akan maju apabila masyarakat diutamakan, dia pun mengambil contoh negara yang dulunya Uni Soviet dan saat ini bubar karena menomorduakan rakyat.

“Dalam narasi dan peta jalan menggabungkan agama dan pengetahuan ini, kita harus meletakkan masyarakat sebagai prioritas utama kita, karena itu sumber utama kekuatan negara itu masyarakat kuat kalau tujuan hidup jelas, dan sumber keberdayaannya yaitu pengetahuan itu ada.”

Tiga komponen dasar pada narasi agama, pengetahuan dan masyarakat ini yang menjadi dasar peta jalan yang kita lalui. “Bila bicara Indonesia sebagai kekuatan kelima dunia, inilah ketiga komponen dasarnya, yaitu mendahulukan komponen masyarakat, dengan komponen agama dan pengetahuan sebagai sumber keberdayaannya, barulah kita melangkah ke yang lainnya, barulah kita masukan standar umum negara-negara sebagai negara kuat, yaitu militer, teknologi dan seterusnya, itu semua output dari komponen utama yang lahirkan semuanya.”

Fitur keempat, seorang pemimpin yang akan dilahirkan Gelora adalah pemimpin yang juga sebagai pemersatu bangsa dalam hal apapun. Dan kelima adalah fitur efektifitas, yakni pemimpin yang mampu merealisasikan kerjanya menjadi nyata dan bukan hanya wacana.

Yang dimaksud efektifitas itu adalah, para pemimpin yang ingin kita lahirkan bukan hanya mengerti apa yang dia mau, bukan bicara narasi yang dia bawa, tapi juga buat narasi itu bekerja dalam kehidupan yang real, bagaimana rencana itu tereksekusi dengan baik dalam kenyataan.

“Jadi, selain punya rasa tanggung jawab dan pengetahuan luas, mereka juga mampu merealisasikan mimpi itu, mereka adalah pemimpin yang efektif,” tutur politisi senior tersebut.

Dia yakin jika lima fitur ini dimiliki pemimpin Indonesia, negeri ini dapat menjadi negara yang jauh lebih baik dari sekarang. Dia menyebut lima fitur itu akan digunakan sebagai indikator Gelora dalam mencetak pemimpin berkualitas.

“Wadah ini, partai ini, menjadi organisasi melahirkan bakat-bakat terbaik untuk memimpin Indonesia dan bangsa yang akan datang,” demikian Muhammad Anis Matta. (akhir tanjung)