Date:October 27, 2020

Ombudsman: KPU Jangan Tutupi Calon Kepala Daerah yang Positif COVID-19

Kepala Daerah Covid-19

READ.ID – Asisten Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Gorontalo, Wahyudin Mamonto ingatkan penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020 di Provinsi Gorontalo untuk tidak menutup informasi mengenai data Calon Kepala Daerah yang positif Covid 19.

“Tidak hanya menghalangi pencegahan, ketertutupan informasi tersebut dikhawatirkan bisa hadir cluster penyebaran covid 19 itu sendiri,” Tegas Wahyudin Mamonto.

Ia berharap KPU berani membuka data jumlah calon kepala daerah atau calon wakil kepala daerah yang terkonfirmasi COVID-19, agar publik bisa berhati-hati.

Sementara sudah ada pernyataan resmi dari KPU RI bahwa calon yang positif COVID-19 tidak mempengaruhi lolos tidaknya bakal pasangan calon. Bahkan KPU memperbolehkan calon untuk tidak mendatangi KPU untuk mendaftar jika terkonfirmasi Positif COVID-19.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat ada sekitar 687 bakal pasangan calon (bapaslon) yang mendaftar ke KPU hingga Sabtu (6/9/2020) pukul 24.00 WIB. Dari 687 bapaslon, 37 bakal calon di 21 provinsi terkonfirmasi positif COVID-19.

Sebanyak 37 bakal calon kepala daerah itu dinyatakan positif corona berdasarkan hasil swab tes yang diserahkan oleh masing-masing bakal calon ke KPU provinsi atau kota.

“Data sementara yang berhasil dihimpun hingga pukul 24.00 dari KPU provinsi, kabupaten, ataupun kota, bakal calon yang dinyatakan positif berdasarkan pemeriksaan swab tesnya, sebanyak 37 calon dari 21 provinsi,” kata Ketua KPU, Arief Budiman saat menggelar konpers yang ditayangkan secara langsung melalui akun Facebook KPU, Senin (7/9/2020), dini hari.

Berdasarkan yang dihimpun Read.id, untuk calon kepala daerah yang positif Covid-19 di Gorontalo berjumlah 9 orang/calon yang tersebar di 3 Kabupaten yang menggelar Pilkada 2020.

9 calon positif Covid-19 ini masing masing tersebar di Kabupaten Bone Bolango 2 orang, Kabupaten Gorontalo 4 orang, Kabupaten Pohuwato 3 orang.

Sementara Pihak KPU di Gorontalo belum bisa memberikan komentar adanya calon kepala daerah yang yerkonfirmasi Covid-19.

(RL/Read)