Date:September 19, 2020

Meski Kondisi Pandemi, UMKM Gorontalo Bisa Manfaatkan Digital Marketing

UMKM Gorontalo

READ.ID – Meskipun kondisi pandemi virus corona yang tengah merebak, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Gorontalo bisa kemudian memanfaatkan kanal digital marketing atau pemasaran digital untuk menopang bisnis ekonominya.

Hal itu disampaikan Iswan Febriyanto, pemilik dua perusahaan yang bergerak di bidang digital marketing: yaitu Gamma Advertisa dan Klik Digital Indonesia. Ia sendiri telah terjun dalam dunia digital marketing sejak 2009 silam. Lalu akhirnya mendirikan dua perusahaan tersebut pada tahun 2016.

“Kalau dilihat dari sisi ekonomi secara umum dampak pandemi corona pasti ada. Tapi jika dilihat dari kacamata digital marketing untuk hari ini ya, saya kira tidak lagi berpengaruh,” kata Iswan.

Menurutnya, setelah pemerintah Gorontalo menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan kini dilanjutkan adaptasi kebiasaan baru, maka secara perlahan masyarakat tidak ingin lagi berjarak dengan digital marketing. Mulai dari bagaimana memanfaatkan aplikasi zoom, instagram live, facebook live dan sejenisnya.

“UMKM sudah mulai ke erah situ. Karena memang kanal yang paling mudah dijangkau di tengah virus corona ini ya, digital marketing. Hasilnya, ekonomi khususnya teman-teman pelaku UMKM di Gorontalo tidak terlalu terdampak,” ujar Iswan.

Ia menuturkan, meskipun digital marketing tidak bisa melejitkan ekonomi, namun setidaknya mampu menopang perekonomian sehingga tidak mengalami drop. Apalagi dalam situasi seperti sekarang, di mana aktivitas setiap orang harus dibatasi demi memutus penyebaran Covid-19.

“Saya sendiri sudah membuktikan ketika bergerak di bidang digital marketing, maka informasi produk atau brand milik kita gampang sekali terkirim ke orang lain. Ambil contoh: bulan Maret, April dan Mei, ketika sedang heboh-hebohnya PSBB, terus terang omzet saya lebih meningkat dibanding sebelum Covid-19,” ungkap Iswan.

Ia mengatakan, sudah semestinya seluruh pelaku UMKM di Gorontalo memanfaatkan kanal digital marketing. Sehingga kebijakan apapun yang bakal diambil pemerintah ke depan baik itu PSBB atau adaptasi kebiasaan baru, maka UMKM siap menjalankan bisnisnya. Sebab digital marketing tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.

“Saya ambil contoh kemarin. Teman-teman UMKM yang belum masuk dalam kanal digital marketing menganggap ini sesuatu hal yang biasa saja, nanti setelah ada pendemi akhirnya kelabakan. Bahkan, malah ada yang tutup bisnisnya,” ujarnya.

Berangkat dari kondisi demikian, kata Iswan, pelaku UMKM seyogianya harus sudah siap mempelajari manfaat digital marketing. Apalagi semenjak tiga bulan ke belakang ini, banyak sekali konsultasi ataupun pembelajaran online yang difasilitasi oleh pemerintah dan lembaga swasta.

(Aprie/RL/Read)