Date:September 23, 2020

Komentar Warga Saat Gubernur Gorontalo Tangani Banjir

Gubernur Tangani Banjir

READ.ID – Sejumlah warga terdampak banjir di Kelurahan Bugis, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo mengomentari kinerja Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat tangani banjir.

Mereka menilai Gubernur Gorontalo tidak henti-hentinya memberikan perhatian kepada korban banjir. Selain memberikan bantuan sembako, Warga di Kelurahan Bugis, Kota Timur, Kota Gorontalo diberdayakan untuk pembangunan tanggul darurat akibat jebolnya tanggul Sungai Bone di kawasan Kelurahan Bugis.

Pemberdayaan dilakukan dengan menggunakan jasa warga sekitar agar bisa menuang pasir ke dalam karung yang sudah disiapkan. Selanjutnya mengangkutnya ke bibir sungai. Setiap karung yang diisi dihargai Rp5.000.

Seribu karung dan tumpukan pasir disiapkan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II. Untuk biaya operasional ditanggung oleh pemerintah provinsi bersama pemerintah kota. Makan siang bagi pekerja juga disiapkan oleh pemerintah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Provinsi Gorontalo yang telah membantu mengatasi banjir yang sudah ke sembilan kalinya. Salah satunya dengan membuat tanggul darurat sementara untuk mengantisipasi banjir. Pak Gubernur cepat merespon dengan keluhan kami disini, terima kasih pak gub,” ucap Ismanto Tala, warga Kelurahan Bugis.

Hal senada disampaikan Ramli Usman, warga Bugis. Ia menilai Gubernur Rusli yang telah berkunjung langsung ke lokasi banjir dianggap memberikan harapan kepada masyarakat.

Dirinya berharap kepada pemerintah agar segera merealisasi rencana pembangunan tanggul maupun waduk untuk mengantispasi banjir.

“Kami sangat suport apa yang sudah diupayakan adalah bentuk kepedulian bapak Gubernur. Kami berharap pembangunan tanggul lebih cepat lebih baik,” tutur Ramli.

Sementara Gubernur Rusli meminta agar tanggul yang jebol di sejumlah titik untuk ditanggulangi sementara. Caranya dengan karung pasir yang dibungkus geotekstil. Selain melindungi warga dari luapan air sungai juga untuk menjaga tidak terjadi erosi.

“Saya minta warga sini untuk rela dan ikhlas daerah bantaran ini perbaiki. Seperti ini, dapurnya sudah di bibir sungai. Jangan sampai ada yang nahan dan sebagainya,” ucap Gubernur Rusli.

“Hari Jumat nanti kami akan paparan di Bappenas. Kita bawa usulan dan foto-foto untuk penanggulangan jangka pendek dan menengahnya. Sementara kita buatkan tanggul darurat karena pembuatan tanggul dan normalisasi sungai ini anggarannya cukup banyak. APBD provinsi maupun kota tidak cukup, sehingga kami akan berjuang dan Alhamdulillah Menteri PPN/Bappenas Pak Suharso sangat mendukung,” jelas Gubernur.

Gubernur juga menjelaskan tentang pentingnya pembangunan waduk Bone Ulu untuk menanggulangi banjir. Waduk itu sempat diusulkan menjadi Program Strategis Nasional (PSN) bersamaan dengan Waduk Bulango Ulu, belakangan usulan itu tidak terakomodir karena ada penolakan pemerintah dan warga Bone Bolango.

“Kalau kita ingin betul betul bebas dari banjir, insyaallah harus jadi Waduk di Bone Ulu. Seperti yang ada di Bulango Ulu. Sekarang sudah pembebasan lahan dan anggaran pembangunannya Rp2,2 triliun. Sudah disetujui Bapak Presiden,” imbuhnya.

(RL/Read/Pemprov)