Date:January 22, 2021

Kedatangan Rizieq Shihab ke Gorontalo Dinilai Dapat Mengancam Persatuan

Rizieq Shihab

READ.ID – Kedatangan Rizieq Shihab ke Gorontalo dinilai dapat mengancam persatuan dan kesatuan warga.

Demikian yang ditegaskan Kordinator massa aksi Aliansi Kebangsaan Gorontalo (AKG) Niki Ilanunu saat melakukan unjuk rasa damai menolak kunjungan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu.

Mewakili massa aksi saat demo di Bundaran Hulandalo Indah pada Jumat (04/12/20), dirinya menyatakan AKG menolak keras kedatangan Habib Rizieq Shihab ke Gorontalo.

Niki Ilanunu menyampaikan Indonesia adalah negara yang majemuk dengan keberagaman yang suda terawat sejak lama.

Begitu pula di Bumi Hulondalo yang mempunyai tingkat keharmonisan yang baik antarsesama agama.

Kata dia, rusaknya persatuan dan kesatuan bangsa salah satunya diakibatkan ceramah-ceramah profokasi yang disampaikan orang-orang dengan mengatasnamakan agama.

“Lihat saja bagaimana Habib Rizieq Shihab dalam ceramah-ceramahnya. Kebanyakan berisi konten-konten penghinaan maupun ujaran-ujaran yang provokatif. Itu dapat menyulut kemarahan sehingga terjadi kegaduhan sampai berujung pada perpecahaan sesama masyarakat,” tegas Niki.

Belum lagi, lanjut kordiator aksi ini, masyarakat bisa melihat sendiri kata-kata yang dilontarkan Habib Rizieq Shihab.

Menurut Niki, ceramah-ceramahnya, justru tidak menggambarkan dirinya sebagai ulama. Mengingat kata-kata kotor tidak keluar dari orang yang akhlaknya baik.

“Lantas, revolusi akhak seperti apa yang katanya perlu dilakukan di Negara ini?” katanya.

Dirinya menjelaskan kehadiran Habib Rizieq Shihab di Bumi Hulondalo, Provinsi Gorontalo merupakan ancaman bagi persatuan dan kesatuan.

Apalagi Gorontalo adalah daerah adat bersendikan syara, syara bersendikan kitabullah.

Selain itu, Niki juga menyatakan empat garis besar penting dalam aksi tersebut. Pertama, menolak kedatangan Gabib Rizieq Shihab ke Gorontalo.

Kedua, meminta seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo untuk senantiasa bijak dalam menilai dan mencontoh sosok yang ditokohkan. Ketiga, mengajak masyarakat Gorontalo agar mencintai perdamaian.

“Sehingga tidak ada satupun benih-benih kebencian layak hidup di daerah ini. Terakhir islam itu ramah, bukan marah-marah seperti yang ditampilkan oleh Habib Rizieq Shihab,” tandasnya.

(RL/Read)