Date:September 20, 2020

Hasil Ujicoba Indonesia U19 vs Bulgaria U19 Dimata Penggiat Sepakbola Usia Muda, Begini…

READ.ID- Hasil pertandingan Timnas U19 melawan Bulgaria U19 di Kroasia dengan skor 0-3 memunculkan banyak reaksi dan komentar. Meskipun laga yang digelar di lapangan Igraliste Nk Polet Swit Martin, Hari Sabtu Tanggal 5 September 2020 adalah ujicoba, harapan agar Timnas U19 berprestasi begitu besar.

Babak pertama anak asuh Shin Tae-yong bermain imbang tanpa gol.
Namun di babak kedua Bulgaria U19 memborong 3 gol masing – masing dicetak Martin Petkov dua gol menit 78 dan 84 serta satu gol lainnya lewat Stanislav Shopov menit ke 83.

Penampilan Garuda Muda ini mendapat perhatian salah satunya dari penggiat sepakbola usia dini asal Bekasi Rendra Kurniawan.

Menurutnya faktor mental masih perlu perbaikan. ” Masih canggung, indikasinya pemain nggak nyaman bermain bola, kurang happy sehingga ketika terima bola bingung mau lepas kemana,” ujar Rendra yang pernah menjadi pemain junior Liga remaja U18 Jakarta tahun 1998.

” Tempo terlalu cepat, nggak didukung visi bermain yang bagus, hanya sporadis tidak ada skema yang baik”, tambahnya.

Permainan tempo tinggi yang dimainkan Bulgaria U19 membuat pemain Timnas makin kesulitan. ” High pressure terlalu cepat ingin rebut bola, konsekwensinya lawan akan mudah kasih umpan atau melewati pressing lawan satu lawan satu,” ujar Rendra yang pernah menjadi anak didik Alm Ronny Pattinasarani ini.

Meskipun kalah, pria yang aktif membina SSB TAJIMALELA FA menilai permainan Timnas sudah lebih baik dalam hal stamina, zona marking serta pemahaman bermain transisi dan sirkulasi bola.

Ia tidak setuju apabila hasil tersebut dijadikan ukuran membandingkan pelatih asing dan lokal. ” Tidak ada yang pasti disepakbola, dalam tahap persiapan maka hasil belum jadi ukuran,” ungkapnya.

Ujicoba di Kroasia ini dinilai penting untuk menaikkan level permainan Garuda Muda.

” Belum bisa jadi ukuran keberhasilan dan kinerja pelatih kalah menang didalam ujicoba. Hasil pertandingan memang kalah, tapi banyak hal positif yang didapat untuk evaluasi titik kelemahan yang harus diperbaiki dan titik kelebihan yang perlu ditingkatkan,” ujar Rendra yang juga merintis usaha kuliner.dibilangan Bekasi.