Date:November 28, 2020

Fakta-fakta Kasus Nikita Mirzani Vs Habib Rizieq Shihab

Kasus Nikita Mirzani

READ.ID – Kasus Nikita Mirzani dengan pendukung Habib Rizieq Shihab tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya Nikita mengomentari kepulangan Habib Rizieq dan menyebutnya sebagai ‘tukang obat’.

Berikut fakta-fakta kasus Nikita Mirzani Vs Habib Rizieq Shihab:

1. Awal Mula Nikita Mirzani Vs Habib Rizieq Shihab

Peristiwa ini bermula saat Nikita membuat video di Instagram Stories dan mengeluhkan ramainya orang yang menjemput kepulangan Habib Rizieq. Ia pun mengatakan nama Habib adalah tukang obat.

“Gara-gara Habib Rizieq pulang sekarang ke Jakarta, penjemputannya gila-gilaan. Nama habib itu adalah tukang obat. Screenshot! Nah nanti banyak nih antek-anteknya mulai nih, nggak takut juga gue,” ungkap Nikita di Instagram Stories kala itu.

2. Tuntutan Permintaan Maaf

Habib Alwi bahkan ikut turun tangan terhadap ucapan Nikita Mirzani. Ia menganggap Nikita telah menghina Habib Rizieq Shihab dan makna dari ‘Habib’ itu sendiri.

“Teruntuk Nikita Mirzani yang terang-terangan telah berani menghina imam kami, Habib Rizieq Shihab, dan yang telah terang-terangan mengatakan habib adalah tukang obat,” tutur Alwi dalam video.

Tak lupa, ia meminta Nikita untuk menyampaikan permintaan maaf. Bila tidak, ia akan melaporkan kasus Nikita Mirzani Vs Habib Rizieq Shihab tersebut ke pihak berwajib.

“Apabila statement yang telah anda sampaikan dalam waktu 1X24 jam anda tidak mengklarifikasi dan tidak minta maaf, maka niscaya saya Alwi akan membuat LP (laporan polisi) untuk anda dan umat muslim akan memberikan pelajaran terhadap anda. Camkan ucapan saya baik-baik,” kata Alwi.

Melihat itu, Nikita Mirzani mengaku tidak takut. Ia bahkan menunggu ancaman dari Habib Alwi tersebut. “Para antek2… fix gak di buat2. Seru nih lawan. Gue tungguin,” tulis Nikita di Instagram Stories.

3. Ancaman Geruduk Rumah Nikita Mirzani

Lantaran ucapannya itu juga, Nikita Mirzani diminta untuk menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf. Bahkan, Ustaz Maaher At-Thuwailibi mengaku akan mendatangkan 800 orang ke rumah Nikita Mirzani dan menuntut permintaan maaf.

“Kepada saudari Nikita Mirzani yang sudah menyudutkan dan merendahkan imam besar kami Habib Rizieq dengan sebutan tukang obat. Tidak layak seorang muslimin dan muslimat yang mengaku beriman kepada Allah dan Rasulnya menghina seorang ulama, apalagi beliau adalah cucu dari para cucu baginda Rasulullah SAW. Kalau kita tidak bisa menjadi orang saleh, setidaknya jangan memusuhi orang-orang saleh,” kata Maaher.

“Kepadamu l**** oplosan, penjual s*********** saya imbau 1X24 jam kau tidak melakukan klarifikasi dan permintaan maaf di depan publik secara terbuka saya Maaher At-Thuwailibi secara terbuka bersama 800 laskar pembela ulama akan mengepung rumahmu. Saya serius, saya tidak main-main, kita lihat apa yang terjadi. Darah kami kucurkan untuk membela kehormatan cucu Rasulullah SAW,” sambung dia.

4. Patroli Polisi di Lingkungan Rumah Nikita Mirzani

Melihat adanya kasus Nikita Mirzani Vs Habib Rizieq Shihab, pihak kepolisian langsung melakukan pencegahan dengan mengamankan lingkungan rumah Nikita Mirzani. Adapun, pengamanan tersebut tidak diminta oleh Nikita tetapi sebagai langkah antisipasi oleh polisi.

“Dari semalam anggota kami sudah patroli pengamanan di sekitar kediaman yang bersangkutan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Antonius Agus Rahmanto dalam keterangannya, Jumat (13/11).

5. FPI Anggap Nikita Mirzani Sampah

Walaupun begitu, Front Pembela Islam (FPI) mengaku tidak memikirkan apa yang dikatakan oleh Nikita Mirzani. Sebab, bagi mereka hal yang dikatakan oleh Nikita tidak penting.

“Tanggapan kami, sampah, tidak perlu ditanggapi,” kata tim kuasa hukum FPI, Aziz Yanuar, melalui pesan singkat, Jumat (13/11).

Keputusan menganggap Nikita Mirzani sampah juga karena tidak adanya perintah dari Habib Rizieq Shihab. Sehingga kata-kata yang dilontarkan Nikita tidak diambil pusing.

“Kami bertindak jika ada perintah dari imam besar Habib Muhammad Rizieq Syihab. Untuk saat ini respons kami, sampah, tidak perlu ditanggapi,” pungkas dia.

(Read/Detik)