Date:September 20, 2020

Erwin Ismail Bantah Dituding Minta Mahar Politik dari Bapasalon Kepala Daerah

Mahar Politik

READ.ID – Wakil Ketua DPD Demokrat Provinsi Gorontalo Erwin Ismail membantah tudingan dirinya meminta mahar politik dari bakal pasangan calon (Bapaslon) kepala daerah, yakni Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo, Risjon Sunge dan Risno Yusuf.

Hal ini disampaikannya sekaligus menanggapi pelaporan ke pihak Bawaslu yang dilakukan Risno Yusuf atas Partai Demokrat, Partai Gerindra, dan Partai Hanura.

Laporan itu memuat ketiga partai tersebut yang diwakili Erwin Ismail meminta uang sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bapaslon Risjon Sunge dan Risno Yusuf jika ingin mendapatkan rekomendasi.

Erwin pun menegaskan tuduhan dugaan permintaan mahar itu tidak pernah dilakukannya. Pelaporan ke pihak Bawaslu yang dilakukan Risno Yusuf, kata Erwin, adalah pencemaran nama baik kepada pihaknya.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Gorontalo ini menjelaskan awalnya dirinya tidak mengenal Risno Yusuf. Pertama kali ia bertemu dengan orang yang melaporkan pihaknya ke Bawaslu tersebut saat dirinya berada di Bandara Djalaluddin Gorontalo.

“Pertama kali ketemu dia perkenalkan nama. Dia punya uang Rp 40 milyar, dia mau maju bersama Risgon Sunge. Karena kita lagi berproses dengan pasangan yang sudah terdaftar sekarang, saya cuma bilang, bapak persiapannya apa saja?” jelasnya, Kamis (10/09/2020).

Erwin menuturkan Risno menawarkan kepada pihaknya, semua mahar politik dan segala urusan lain-lain akan diselesaikannnya. Termasuk mengenai biaya kempanya jika ia mendapatkan rekomendasi dari partai politik.

Pihaknya pun merespon tawaran itu. Namun, Erwin menyampaikan hanya dapat membantu Risno, misalnya, mengenai mengkomunikasikan dengan Partai Demokrat.

Sementara permasalahan mahar politik yang dituding dilakukan pihaknya tersebut, Erwin menyebut itu diucapkan oleh Risno Yusuf sendiri.

“Saya bantu dalam tanda kutip, ‘bantu komunikasikan’ dengan Partai Demokrat. Karena ini, kan, wewenangnya DPC. Jadi, saya ngga ada wewenang di situ,” tutur Erwin.

Dirinya juga menanggapi penyampaian Risno Yusus bahwa awal mula permintaan mahar politik itu saat bertemu Erwin Ismail di Plaza Senayan, Jakarta.

“Kan, saya ada di Jakarta, awalnya saya diajak ketemuan di Blok M. Saya tidak mau, saya bilang mau ke Plaza Senayan. Nah, akhirnya ketemulah di Plaza Senayan. Kemudian, datanglah timnya Risno Yusuf ini,” ungkapnya.

Erwin mengatakan pada kesempatan itu dirinya dipaksa untuk mengeluarkan rekomendasi. Risno Yusus bersama timnya juga mengancam jika tidak mendapatkan rekomendasi, maka pihaknya akan melakukan cara tersendiri.

Namun, Erwin Ismail merespon permintaan itu dengan mengatakan setiap partai punya mekanisme dan prosedur yang berlaku.

“Saya bilang tidak begitu. Setiap partai punya cara masing-masing. Artinya, saya berbicara ini harus ke partai politik dulu, harus ke DPP dulu. Saya hanya bisa bantu untuk masuk ke sananya,” tuturnya.

Kemudian, kata Erwin, pada malam harinya, Risno Yusuf menghubunginya melalui sambungan whatsapp. Ia menerima penyampaian bahwa urusan politik untuk mendapatkan rekomendasi, kini sudah tidak akan lagi dibicarakan dengan pihaknya.

“Dia bilang mau pakai caranya dan mereka, karena dia menganggap saya menyepelekan pertemuam itu. Saya sebenarnya pada posisi koalisi, Demokrat, Gerindra dan Hanura yang hari ini sudah dicalonkan,” kata Erwin.

Wakil Ketua DPD Demokrat Provinsi Gorontalo ini mengatakan komunikasi yang dilakukan Risno Yusuf itu hanya menggangu koalisi yang telah mencalonkan Hamdi Mayang sebagai Bupati dan Tomy Ishak sebagai calon Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo.

“Jadi, kalaupun memang dia bilang saya meminta mahar, saya ingin dia buktikan. Ada mahar ngga saya terima atau dia berikan kepada saya” tegasnya.

Saat ini kuasa Hukum Erwin Ismail telah melakukan kajian untuk melaporkan kembali Risno Yusuf karena dinilai telah melakukan pencemaran nama baik.

“Karena ini sudah mencatut nama pribadi saya, dan ini pencemaran nama baik,” tandasnya.

(RL/Read)