Date:January 22, 2021

DVI Polri Terima 16 Kantong Jenazah Korban Pesawat Sriwijaya Air

Jenazah Sriwijaya Air

READ.ID – Tim Identifikasi Korban Bencana (Disaster Victim Identification/ DVI) Polri telah menerima 16 kantong jenazah yang merupakan korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas (Karopenmas Divhumas) Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, 16 kantong jenazah yang berisikan beberapa potongan tubuh penumpang Sriwijaya Air SJ 182 saat ini lagi diidentifikasi petugas di Rumah Sakit (RS) Polri di Kramat Jati, Jakarta.

“Tim DVI menerima 16 kantong jenazah (berisi potongan tubuh manusia) dan tiga kantong properti,” kata Rusdi dalam konferensi persnya di RS Polri, Senin (11/1/2021).

Brigjen Rusdi menuturkan, tentunya tugas-tugas ke depan post mortem akan melaksanakan kegiatan identifikasi terhadap kantong jenazah ini, kemudian juga tim antemortem akan tetap mengumpulkan data-data yang dibutuhkan dari keluarga korban.

Jenderal bintang satu tersebut menjelaskan, pengumpulan data antemortem yakni pengumpulan data fisik korban sebelum korban meninggal, seperti nama, umur, berat badan, tinggi badan, pakaian dan aksesoris yang digunakan terakhir oleh korban.

Selain itu, data medis korban seperti warna kulit, jenis rambut, golongan darah, tanda-tanda spesifik pada korban sebelum korban meninggal dunia.

Sedangkan kegiatan data post mortem yakni pengumpulan data fisik melalui tim DVI setelah korban meninggal, seperti sidik jari, golongan darah, ciri-ciri korban, maupun struktur gigi.

“Bila didapat data post mortem dan ante mortem, tim DVI menyocokkan data ante mortem dan post mortem. Ketika ada kecocokan, maka status korban dinyatakan teridentifikasi,” jelas Karo Penmas Divhumas Polri.

Selain kantong jenazah dan properti itu, tim DVI, kata dia, juga telah menerima 40 sampel DNA dari keluarga korban penumpang Pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

“Sampai jam 9 pagi telah dapat 40 sampel DNA. 14 sampel dapat di RS Polri Kramat Jati, 24 sampel dari Pontianak, 1 dari Jatim, 1 dari Sulsel. Sampai saat ini jumlah 40 sampel DNA yang telah diterima,” kata Rusdi.

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Dari data manifest, pesawat yang diproduksi pada 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru.

Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

(RL/Read)