Date:November 24, 2020

Dua Bapaslon Pilkada Kabupaten Blitar Dinyatakan Sehat

Bapaslon Pilkada Blitar

READ.ID – Setelah mengikuti tes kesehatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, kedua Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) yang akan ikut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di Kabupaten Blitar Jawa Timur dinyatakan sehat.

“Dari hasil tes yang kita dapatkan, kedua Bapaslon tersebut dinyatakan sehat jasmani dan bebas narkoba. Selanjutnya, Bapaslon tersebut berhak mengikuti tahapan penetapan calon, yang dilanjutkan nantinya pengundian nomor urut,” ungkap Ketua KPU Kabupaten Blitar, Hadi Santosa saat dihubungi melalui telepon, Kamis (17/9/2020).

Adapun kedua Bapaslon tersebut, kata Hadi adalah pasangan Rijanto – Marhaenis dan pasangan Rini Syarifah dan Rahmad Santoso.

“Kedua pasangan ini bakal bertarung di Pilkada serentak nantinya,” ujarnya.

Hadi juga mengatakan, KPU Kabupaten Blitar telah melakukan verifikasi berkas dari kedua Bapaslon tersebut, walapun ada beberapa kekurangan terkait nama, namun kedua pasangan tersebut sudah diperbaiki, dan berkas yang kurang sudah kita minta.

“Kemudian, 23 September 2020 KPU Kabupaten akan melakukan penetapan pasangan calon,” lanjut Hadi.

Sementara itu, terkait dengan data pemilih, KPU Kabupaten telah memferivikasi data pemilih sebanyak 78.927 orang yang tidak memenuhi syarat (TMS), sehingga dicoret dari daftar pemilih di Pilkada Serentak 2020 Kabupaten Blitar.

Disamping itu, diketahui jumlah pemilih baru sebanyak 24.781 pemilih, sehingga jumlah pemilih yang ditetapkan dalam daftar pemilih sementara di Kabupaten Blitar adalah 962.179 orang.

“Dibanding dengan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 yaitu 943.840 orang pemilih, jumlah daftar pemilih sementara (DPS) yang ditetapkan tersebut ada kenaikan 18.339 orang,” terang Ketua KPU itu.

Dari pemilih pemula yang berusia 17 tahun hingga nanti tanggal 9 Desember 2020, Hadi menyebutkan sebanyak 3.316 pemilih pemula.

“Data ini diambil dari segala sumber yang terkait, sehingga terdapat pemilih yang dari mutasian penduduk masuk, maupun pemilih pemula yang beralih status TNI maupun Polri,” pungkasnya.

(Zun/RL/Read)