Date:October 22, 2020

Cagar Budaya Goa Tan Tik Siu di Tulungagung Kini Diperbaiki

Goa Tan Tik Siu

READ.ID – TULUNGAGUNG – Cagar Budaya Goa Tan Tik Siu/Tan Tek Sioe/Tan Tiek Soe yang terletak di Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur saat ini diperbaiki oleh pengembang wisata asal Semarang untuk dijadikan salah satu ikon destinasi wisata unggulan desa.

“Awalnya, goa ini ramai dikunjungi orang dari berbagai daerah. Ada yang hanya sekedar bermain-main untuk menikmati ke indahan arkeologinya, namun ada juga yang datang untuk ritual meditasi untuk mencari keberkahan,” ungkap Sumirin (60), selaku Juru Kunci goa tersebut kepada read.id, Kamis (16/10/2020)

Dijelaskan Sumirin, bahwa dulunya sebagai tempat tinggal tuan Tan Tiek Shioe San yang dikenal sebagai seorang tabib dan sastrawan, yang kemudian sepeninggalannya dijadikan sebagai klenteng atau tempat peribadatan bagi orang Tionghoa. Sedangkan Tan Tiek Shioe San sendiri, meninggal dan di kremasi di Malaka. Abunya disebar di Malaka dan sebagian di bawa ke Jawa.

Suasana Masyarakat berada di Cagar Budaya Goa Tan Tik Siu

Sumirin menambahkan, bahwa goa tersebut dibangun sejak 1902 dan sekarang sedang dalam perbaikan dan pengecatan yang prakarsai oleh seorang pengusaha dari Semarang, dimana dirinya ini juga sebagai cucu dari murid Tan Tik Shioe San.

“Goa tan Tik Shioe ini cagar budaya yang sangat bagus yang mana harus dijaga dan dilestarikan dan nantinya di belakang goa itu akan dibangun tempat wisata. Kemudian, kedepannya Goa Tan Tik Shioe San tersebut bisa menjadi destinasi wisata religi yang besar yang bisa menjadi alternatif lain untuk wisatawan dari luar maupun dalam kota, yang akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar goa,” tutur Sumirin usai selamatan untuk mengawali perbaikan goa.

Sementara itu, di tempat yang sama, Budi kartawijaya selaku pengembang yang merenovasi goa tersebut menuturkan, bahwa dirinya merenovasi goa ini karena adanya petunjuk dari alam yang ia dapatkan sejak tiga tahun yang lalu.

Selain itu, kata Budi, hal ini sudah menjadi kewajiban kita sebagai generasi penerus untuk merawat cagar budaya tersebut, dan disisi lainya berharap bisa menjadi destinasi wisata religi kedepannya.

“Yang terpenting, jika sudah selesai renovasinya bisa digunakan untuk kegiatan masyarakat sekitar, seperti, sebagai tempat pertunjukan kesenian maupun kegiatan lainnya yang bersifat positif,” terangnya.

Kemudian, Maji (45) salah satu warga sekitar goa mengapresiasi positif adanya perbaikan goa tersebut.

“kami sangat mendukung adanya perbaikan goa tersebut. Memang selama beberapa tahun ke belakang kondisinya memang tidak terawat dan banyak bangunan yang sudah rusak. Untuk itu, kami bersama-sama masyarakat mendukung dan akan bergotong-royong dalam proses perbaikan ini,” tutupnya.

(Didik/Read)