Date:November 27, 2020

Bupati Nelson : “Saya Difitnah”

READ.ID, – Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) setempat Rabu (27/03) memberikan klarifikasi soal instruksi memenangkan Hana Hasanah 65 persen lewat kepala Desa.

Nelson mengatakan bahwa apa yang dituduhkan kepada dirinya, terkait telah mengumpulkan kepala desa, sekaligus mengintruksikan untuk memenangkan Hana Hasanah 65 persen itu tidaklah benar.

“Itu bohong, itu fitnah dan sama sekali tidak benar,” ujar Nelson, saat diwawancarai usai melakukan klarifikasi di kantor Bawaslu Kabupaten Gorontalo.

Ia mengakui mengumpulkan kepala dusun se-Kabupaten Gorontalo, namun dalam rangka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang berlangsung di Makassar.

“Awal saya jadi bupati kita terus mendorong pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), mulai dari Pimpinan OPD, Camat, Kepala Desa dan tahun ini kita memulai dengan aparat desa,” tuturnya.

Bimtek tersebut dilaksanakan dalam rangka untuk meningkatkan kapasitas, baik soal wawasan dan semangat dalam menjalankan tugas sebagai aparat desa.

Menurutnya persoalan ini sangat sederhana dengan mengundang kepala-kepala dusun untuk dimintai klarifikasi.

“Tanya ke mereka (kepala dusun) itu pasti mereka tidak akan bohong. Saya katakan kepada elite politik berbicaralah sesuai fakta dan data,” tegasnya.

Ia berharap dengan adanya klarifikasi ini, pihak Bawaslu Kabupaten Gorontalo untuk menyampaikan sesuatu yang benar, agar tidak terjadi lagi penafsiran terhadap dirinya.

Sementara itu Ketua Bawaslu Kabupaten Gorontalo, Wahyudin M Akili, mengatakan bahwa hari ini pihaknya masih melakukan kegiatan klarifikasi untuk menjalankan amanah UU, tentang penanganan temuan dan laporan.

“Terkait informasi awal yang kami terima, kami masih melakukan penelusuran tentang dugaan pelanggaran pemilu, tindakan pejabat negara yang menguntungkan salah satu peserta pemilu khususnya di kabupaten Gorontalo,” kata Wahyudin.

Kejadian itu kata Wahyudin, diduga dilakukan pada saat kegiatan peningkatan kapasitas bagi kepala-kepala dusun se-kabupaten Gorontalo yang dilakukan di kota Makassar, beberapa waktu yang lalu.

“Sehingga berdasarkan informasi yang beredar di media sosial tersebut, kami jadikan informasi awal untuk kita lakukan penelurusan,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *