Date:November 27, 2020

Belum ada obatnya, bagaimana pasien positif Covid-19 Bisa Sembuh?

Pasien Covid-19 Bisa Sembuh

READ.ID – Juru bicara gugus tugas penanganan Covid-19 provinsi Gorontalo, dr. Triyanto Bialangi mengatakan hingga saat ini belum ada obat atau vaksin untuk mengatasi virus corona. Lalu bagaimana pasien yang sebelumnya dinyatakan terinfeksi virus corona bisa sembuh?.

Kata Triyanto, saat ini ada 29 pasien Covid-19 di Gorontalo yang sudah dinyatakan sembuh. Hal ini memberikan optimisme bahwa virus corona bisa dikalahkan, meski hingga kini belum ada vaksin untuk melawan penyakit ini.

Triyanto menjelaskan, virus corona harus dipahami oleh masyarakat bahwa, covid-19 ditularkan melalui droplet atau lewat cairan lendir dari mulut maupun hidung. Covid-19 hidup ditubuh manusia dan bisa berpotensi menular.

Semua orang bisa berpotensi tertular dengan resiko tinggi dan resiko rendah. Resiko berpotensi tinggi terjadi pada orang yang berumur 50 tahun keatas dengan disertai Comorbitnya atau penyakit bawaan. Kemudian resiko berpotensi rendah akan terjadi pada usia muda.

“Ada enam pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia di Gorontalo semuanya memiliki Comorbit atau penyakit bawaan dan mereka rata-rata berumur 50 tahun keatas. Jadi umur 50 tahun keatas itu sangat rentan diserang virus Covid-19,” jelas Triyanto melalui konferensi pers, Rabu (03/6/2020).

Lanjut Triyanto, pasien yang bergejala Covid-19 dirujuk ke RS Aloei Saboe dan untuk tidak bergejala dikarantina baik mandiri atau dikarantina oleh pemerintah daerah masing-masing.

Bagi pasien bergejala yang sudah di rumah sakit dirawat sesuai penanganan Covid-19. Perawatannya dengan cara terapi suportif adalah bentuk psikoterapi yang dapat diterapkan secara individu maupun kelompok.

Tujuan dari psikoterapi adalah untuk menguatkan daya tahan mental pasien, mengembangkan mekanisme daya tahan mental yang baru, dan meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan. Terapi dilakukan agar virus ini tidak mudah menyerang pada imunnya rendah.

Kemudian untuk pasien tanpa gejala kenapa harus dikarantina, karena dengan karantina agar virus ini tidak menurunkan daya tahan tubuh seseorang. Dalam karantina juga diberikan terapi-terapi suportif, serta ditangani sesuai protokol kesehatan.

“Jadi ada terapi suportif dan terapi lainnya seperti terapi antibiotika serta diberikan vitamin. Perawatan seperti ini dilakukan agar tidak memperburuk keadaan pasien dan menjaga imun pasien harus baik. Selama kurun waktu dilakukan perawatan dan diharapkan bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Sehingganya bisa mengalahkan virus yang ada didalam tubuhnya,” jelasnya.

Lanjut Triyanto, setelah diberikan perawatan, maka dilakukan lagi pemeriksaan swab test. Pasien Covid-19 dinyatakan sembuh jika hasil swabnya negatif dua kali berturut-turut.

“Jika swabnya negatif, maka dia bisa berinteraksi dengan orang lain dan tidak menularkan lagi, Karena imunnya sudah mengalahkan virus ini. Saya harap ini bisa mencerahkan masyarakat yang ingin tahu proses penyembuhannya seperti apa. Jangan panik, taati protokol kesehatan. Semoga kondisi ini cepat berlalu,” tandasnya.

Selain penjelasan dari gugus tugas Gorontalo, sebelumnya Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Terawan Agus Putranto selalu mengingatkan masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh. Ia menekankan, tak ada yang lebih ampuh menangkal virus corona selain imunitas tubuh yang kuat.

“Tidak ada di dunia ini yang lebih hebat (menangkal virus corona), lebih bagus, kecuali imunitas tubuh kita sendiri,” kata Terawan, seperti dikutip dari laman kemkes.go.id.

Terawan mengatakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya asupan makanan dan istirahat yang cukup, serta menerapkan gerakan hidup sehat. Tak hanya kondisi fisik, kondisi pikiran juga harus positif. Dia meminta masyarakat tak cemas berlebihan. Kecemasan dapat menurunkan imunitas tubuh dan mereka yang kondisi imunitasnya baik tidak akan tertular.

“Tidak semua yang kontak akan sakit. Yang sakit, imunitas tubuhnya rendah,” kata Terawan.

Begini tips menjaga imunitas tubuh:

Sebagai langkah pencegahan, selain menerapkan gaya hidup sehat, dan menjaga kebersihan dengan sering cuci tangan, apa yang bisa dilakukan untuk menjaga imunitas tubuh?

Berikut tiga langkah sederhana untuk menjaga kekebalan tubuh:

1. Mengurangi stres

Stres merupakan salah satu kunci kekebalan tubuh. Spesialis penyakit menular, Sandra Kesh M.D, mengungkapkan, kondisi stres dapat memengaruhi segalanya, mulai dari kesehatan otak, berat badan, hingga kekebalan tubuh.

2. Pola hidup sehat

Ketika tidur, sistem kekebalan tubuh kita akan memperbaiki dirinya sendiri. Ahli alergi dan imunologi, Heather Moday, M.D., mengatakan, mitokondria membersihkan diri, sementara hati melakukan sebagian besar detoksifikasi.

Upayakan tidur selama tujuh hingga delapan jam setiap malam. Hal ini dianggap dapat membantu menjaga tubuh kita tetap waspada terhadap patogen berbahaya.

3. Seimbang dalam menerapkan kebersihan

Membersihkan setiap permukaan yang kita pegang secara berlebihan juga akan berdampak buruk. Lakukan secara seimbang. Meski terdengar menakutkan, tubuh juga membutuhkan sedikit paparan kuman untuk sistem kekebalan. Jadi, cukup cuci tangan atau gunakan pembersih tangan setelah menyentuh sesuatu yang tampak kotor, makan, atau pergi ke kamar mandi. (RL/Read)