Date:January 22, 2021

Bagian Turbin Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Ditemukan

Turbin Sriwijaya Air

READ.ID – Tim pencarian dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Armada I TNI AL menemukan puing yang diduga bagian turbin dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Bagian turbin pesawat dalam kondisi hancur dan hangus tersebut, awalnya ditemukan oleh Kapal Republik Indonesia (KRI) Rigel dengan sonar tiga dimensi di bawah lalut, kemudian diambil oleh tim penyelam

Setelah ditemukan, turbin diangkut menggunakan crane ke KRI Cucut milik TNI AL.

Menurut keterangan yang disampaikan Komandan KRI Cucut, Mayor Laut (P) Orri Kaufmann R, Tim penyelam TNI AL mengangkat turbin pesawat setelah diketahui keberadaan menggunakan sonar tiga dimensi yang ada di KRI Rigel.

“Pada Minggu kurang lebih pukul 16.00 WIB puing tersebut dapat dievakuasi dan diserahkan pada KRI Cucut,” kata dia.

Orri mengatakan, temuan itu dilaporkan ke TNI AL yang berada di KRI Cucut untuk dibawa ke menuju ke International Container Terminal (JICT) 2, Jakarta Utara.

“Selanjutnya malam ini kami berhasil membawa puing ke posko utama pencarian dermaga International Container Terminal (JICT) 2, Jakarta Utara, dan akan diserahkan pada Basarnas untuk dilakukan tindakan lebih lanjut,” tandas dia.

Selanjutnya, turbin pesaawat Sriwijaya Air tersebut diserahkan kepada Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman selaku SAR Mission Coordinator (SMC).

SMC kemudian menyerahkan semua ke KNKT untuk penyelidikan lebih lanjut. Puing yang diduga bagian turbin pesawat ini dibawa bersama 30 kantong lainnya yang berisi puing pesawat SJ 182.

Nantinya, sebelum mulai investigasi, puing-puing yang dikumpulkan akan diberikan penomoran terlebih dahulu. Pencarian puing pesawat SJ 182 akan dilanjutkan besok pagi.

Diketahui pesawat komersial Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak dikabarkan hilang kontak, pada Sabtu (9/1). Ia kemudian dinyatakan jatuh dan diperkirakan di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang.Basarnas memperkirakan lokasi jatuhnya pesawat tersebut punya kedalaman 20-23 meter.

Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB.

“Pada pukul 14.37 WIB masih berada di ketinggian 1.700 kaki dan diizinkan naik ke ketinggian 29 ribu kaki dengan mengikuti standar instrumen,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Pesawat lalu dinyatakan hilang kontak pada 14.40 WIB. Sriwijaya terpantau tidak ke arah O75 derajat melainkan ke Barat Laut, oleh karenanya ditanya ATC untuk melaporkan arah pesawat. Tidak lama kemudian, dalam hitungan seconds (detik), SJY 182 hilang dari radar.

(RL/Read)