Date:October 22, 2020

Mengukur Peluang Petahana di Pilkada Kabupaten Gorontalo 2020

READ.ID – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Gorontalo 2020. Geliat Bupati petahana, Nelson Pomalingo, selalu menjadi perhatian masyarakat dari berbagai kalangan.

Beberapa pertanyaan besar pun muncul: Apakah Bupati Nelson akan mencalonkan kembali? Bagaimana peluang kemenangannya? Siapa lawan beratnya di Pilkada? Koalisi apa yang mengusungnya? Dan, siapa yang pantas mendampinginya? Satu hal yang pasti, setiap petahana tentunya akan menjaga posisi jabatan kepemimpinannya agar menang hingga mencapai dua periode.

Sebagai Bupati petahana dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Nelson memiliki 7 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo. Artinya, dengan modal 7 kursi di DPRD, Bupati Nelson bisa mengantarkannya maju di Pilkada tanpa berkoalisi dengan partai politik lain.

Namun, tidak menutup kemungkinan, ketua DPW PPP Provinsi Gorontalo itu akan melakukan koalisi dengan Parpol lain, untuk memperkuat peluangnya.

Saat diwawancarai sejumlah awak media, Hingga saat ini, Nelson belum mengambil sikap mendaftarkan calon Bupati Gorontalo lagi, dan belum membangun komunikasi politik untuk berkoalisi.

“Sampai hari ini, saya belum mendaftar menjadi calon di Pilkada mendatang. Cuman tadi, saat pemerintah bersilaturahmi dengan beberapa Parpol, ada partai Hanura yang menyodorkan Formulir pendaftaran pencalonan kepada saya. Padahal saya disini bukan untuk safari politik, tapi sebagai Bupati. Urusan Pilkada, itu urusan pribadi saya nanti,” ujar Bupati Nelson, Senin (18/11), saat mengunjungi enam Parpol di Kabupaten Gorontalo, yakni dalam rangka kebijakan membangun daerah.

Dalam karir politiknya, sejumlah warga menilai Nelson merupakan politisi yang cerdas dan berpengalaman. Walaupun lahir dari akademisi, mantan Rektor Universitas Negeri Gorontalo pernah menumbangkan dua calon Bupati Gorontalo tahun 2015 lalu yang dianggap lawan beratnya, yakni Tony Junus dari partai PDIP dan Rustam Akili dari eks partai Golkar yang sekarang bergabung di Partai Nasdem. Kini para eks rivalnya tersebut bisa jadi akan mencalonkan kembali di Pilkada 2020 mendatang.

Menilik Pilkada 2015 lalu, perolehan suara Nelson Pomalingo hanya berbeda tipis dari dua pasangan calon lain. Dengan melihat hasil Pilkada 2015 tersebut, Nelson Pomalingo memiliki lawan berat jika dua rivalnya tersebut mencalonkan kembali.

Namun, sebelum menjelang Pilkada 2020 berlangsung, kata Nelson, pihaknya terus berupaya menuntaskan kinerjanya yang sudah Memasuki hampir empat tahun kepemimpinannya.

Bupati Nelson terus memperlihatkan kualitasnya sebagai pemimpin yang bertanggungjawab kepada masyarakat, dengan visi percepatan pembangunan daerah mulai dari tingkat desa, sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat.

Salah satu terobosan pemerintah Kabupaten Gorontaloh yang dilakukan Nelson saat ini adalah Gema masyarakat Nyata Dalam Pembangunan (NDP) atau Nomaden (Pelayanan berpindah-pindah di Desa), menjadi langka cerdas bagi Nelson untuk berinteraksi dengan rakyat.

Dalam kegiatan NDP tersebut, Bupati Nelson mengevaluasi semua program pembangunan disetiap desa hingga menampung aspirasi rakyat. Program NDP itu mendapat tanggapan positif dari masyarakat yang menginginkan Nelson Pomalingo lanjut dua periode.

“Saya inginkan pak Nelson dua periode. Bahkan perlu tiga periode. Selain memberikan bantuan usaha, pak Bupati sudah banyak memperbaiki jalan di Kecamatan Biluhu,” ujar Yasmin Husain yang merupakan warga Desa Lobuto Timur, Kecamatan Biluhu, disela-sela kegiatan NDP yang diselenggarakan pemerintah kabupaten Gorontalo, Kamis (17/10) lalu.

Program-program pembangunan berkelanjutan seperti itulah, membuat petahana selalu dianggap lawan terberat bagi calon bupati lainnya. Namun bagi Nelson sendiri atas nama pemerintahan, dirinya mengajak seluruh partai politik menjaga stabilitas. Nelson berharap Kabupaten Gorontalo bisa lebih maju lagi. (Wahyono/Read)