Date:October 30, 2020

Aparat Terlibat Tambang Ilegal di Pohuwato Diminta Ditindak Tegas

Tambang Ilegal Pohuwato

READ.ID – Para demonstran mengatasnamakan Pemuda dan Rakyat Peduli Provinsi Gorontalo meminta satuan kepolisian agar menindak tegas aparat hukum yang diduga terlibat di tambang emas Kabupaten Pohuwato.

Menurut massa aksi, aktivitas tambang liar yang ada di Kecamatan Marisa dan Pantilanggio, Pohuwato itu sudah sangat meresahkan masyarakat.

Dalam tuntutan masa aksi, mereka meminta agar aktivitas tambang yang mereka nilai ilegal itu agar segera dihentikan.

Sala satu orator, Paris Jafar, yang juga menyampaikan tuntutan massa aksi meminta Mapolda Gorontalo agar mencobot Kapolres Pohuwato.

“Tuntutan kita minta Kapolres Pohuwato dicopot, karena membiarkan ilegal yang ada di Pohuwato,” tegasnya.

Pada unjuk rasa itu, massa aksi juga meminta Kapolda Gorontalo menindak tegas kelompok penyerangan terhadap Polsek Popayato Barat yang terjadi pada beberapa waktu lalu.

Mereka menilai, jangan sampai itu terjadi hanya karena pihak Polsek Popayato Barat menangkap penimbunan BBM bersubsidi, yang diduga akan digunakan pada alat berat Excavator, yang beroprasi di tambang ilegal.

Paris Jafar mengatakan Povinsi Gorontalo jangan mau kalah dengan tindakan premanisme yang dilakukan sekelompok masyarakat.

Kata dia, jangan mengorbankan petugas yang berada di lapangan dengan kepentingan oknum pejabat aparat penegak hukum.

“Buktinya, sampai dengan hari ini, proses penyerangan polsek dan penganiayaan terhadap kapolsek tidak di proses hukum dengan alasan, kedua bela pihak sudah berdamai. Ini tentunya penghinaan terhadap institusi Polri,” kata dia.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono saat dimintai tanggapan kembali menanyakan apa dasar para massa aksi mengatakan hal demikian.

Meskipun begitu, ia menegaskan bahwa memang dilarang anggota Polri terlibat hal-hal yang sifatnya ilegal.

“Silakan saja laporkan jika memang punya bukti, pasti akan kita tindak tegas,” kata Wahyu.

(RL/Read)