Date:September 18, 2020

Anggota DPRD Gorut Minta Ada Transparansi Identitas Pasien COVID-19

Jerri Kiswanto

READ.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara (Gorut) Jerri Kiswanto meminta ada transparansi identitas pasien COVID-19.

Menurutnya, hal ini perlu dilakukan sebagai bagian dari bentuk antisipasi atau pencegahan penyebaran virus tersebut.

Dirinya menjelaskan keterbukaan identitas pasien bukan untuk mengucilkan pasien positif COVID-19. Namun, lebih kepada bentuk antisipasi meluasnya kasus terkonfirmasi positif COVID-19.

“Jika identitas disamarkan, maka orang akan sulit untuk saling menjaga atau bersikap waspada,” ujarnya saat di wawancarai, Sabtu (25/07).

Kata dia, jika terlalu disamarkan, publik akan lebih sulit melakukan tindakan antisipasi. Sebab, mereka akan sulit mengidentifikasi setiap aktivitasnya apakah terbebas dari kontak pasien positif.

Bahkan, dengan terlalu ditutupinya identitas pasien, publik akan saling bertanya dan terkesan menduga-duga terkait identitas pasein.

“Mengungkap identitas pasien akan lebih banyak manfaatnya di tengah pandemi global ini,” kata Jerri.

Selain itu, ia sebagai wakil rakyat pun ikut bertanggungjawab dalam menyelesaikan persoalan covid-19 yang membahayakan warga.

Jerri juga mengimbau agar masyarakat tidak mengucilkan warga yang terkonfirmasi positif COVID-19.

“Ada beberapa manfaat jika identitas pasien positif COVID-19 diketahui publik,” tutur Jerri.

Manfaat itu, pertama akan menumbuhkan sikap proaktif bagi setiap orang atau orang yang pernah kontak untuk ikut memeriksakan diri.

Kedua, langkah isolasi pun pasti dilakukan secara sadar dan mandiri bagi orang-orang yang merasa pernah melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19.

Ketiga, setiap orang bisa saling memperingatkan termasuk kepada keluarga agar menjaga kesehatan, menerapkan protokol kesehatan, menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Dalam kesempatan itu juga, Jerri mengajak masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan mencegah paparan virus corona jenis baru.

“Wabah ini bukan aib. Kita tidak pernah tahu akan terpapar oleh siapa dan saat melakukan apa. Sebab, virus tak nampak kasat mata. COVID-19 juga telah menjadi kasus global yang memerlukan penanganan serius,” tandasnya.

(Adv/Manto/RL/Read)