Date:September 20, 2020

Anggota DPRD Gorut Harap Sektor Pertanian Tetap Diprioritaskan

Sektor Pertanian

READ.ID – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara (Gorut) Wisye Pangemanan, berharap sektor pertanian tetap menjadi prioritas perhatian Pemerintah Daerah setempat.

“Urusan pangan menjadi urusan yang wajib ada dideret utama dalam prioritas pembangunan di daerah ini,” ujar Wisye, Kamis (27/08/2020).

Politikus perempuan Golkar itu menyebut kantong-kantong produksi pertanian harus mendapat perhatian penting, termasuk yang ada di wilayah barat Kabupaten tersebut.

Seperti di Kecamatan Biau dan Tolinggula yang menjadi wilayah andalan produksi komoditas padi, juga di wilayah Sumalata Timur dan Sumalata yang terkenal dengan keunggulan produksi jagungnya.

Tidak hanya infrastruktur pendukung yang perlu ditingkatkan, namun pelaku usaha di sektor pertanian juga harus diharapkan agar mendapat perhatian lebih.

Khususnya petani-petani lokal, melalui program pendampingan dan pemberian bantuan agar aktivitas mereka dapat berjalan dengan lancar.

Sebab, kata Wisye, keberadaan petani selaku tenaga kerja lokal, dipastikan akan menguatkan kinerja di sektor pertanian.

“Jika ini mendapat perhatian prioritas, maka urusan pangan di daerah maupun dalam menunjang produksi nasional, akan mudah tercapai dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Wisye mengaku memilih turun langsung menyerap aspirasi para petani agar dapat mendengarkan langsung persoalan di lapangan, serta usulan yang dapat disampaikan ke pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan produksi pertanian.

Ia berharap pemerintah daerah dapat fokus dalam memperkuat sektor pertanian khususnya produksi pangan di masa pandemi COVID-19.

Ia menambahkan sedianya aktivitas mayoritas penduduk di daerah ini didominasi dari sektor pertanian. Sehingganya, segala urusan pangan menjadi skala prioritas di masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Jika produksi sektor pertanian terjaga dan aman, dipastikan pertumbuhan ekonomi di daerah ini dapat stabil mengingat dampaknya tidak hanya di tingkat petani, namun menjangkau perekonomian makro, termasuk menunjang pendapatan asli daerah,” tutupnya.

(Adv/Manto/RL/Read)