Date:January 22, 2021

3.299 Warga Gorontalo Bakal Kehilangan Hak Pilih

Hak Pilih

READ.ID – Sebanyak 3.299 warga Provinsi Gorontalo berpotensi bakal kehilangan hak pilih pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

Pasalnya, tercatat ada 3.299 orang wajib pilih yang terdata di Daftar Pemilih Tetap (DPT) belum merekam KTP elektronik (KTP-el).

Terkait dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim mengingatkan kepada pemerintah kabupaten hingga tingkat kecamatan dan desa untuk memacu proses perekaman.

Menurutnya, angka 3.299 orang terbilang tinggi dan sayang jika hak pilih mereka hilang karena tidak mengantongi KTP-el.

“Oleh karenanya diharapkan kepada para bupati melalui para camat untuk mensosialisasikan sampai ke dusun-dusun untuk memaksimalkan perekaman KTP-el,” tutur Wagub Idris Rahim saat memimpin rapat forkopimda bersama penyelenggara pemilu, Kamis (3/12/2020).

Wajib pilih yang belum memiliki KTP-el terbanyak ada di Kabupaten Gorontalo yakni 2.997 orang dari total DPT 283.848 orang.

Di Kabupaten Pohuwato wajib pilih yang belum merekam tersisa 70 orang dari total DPT 102.786 orang sementara Kabupaten Bone Bolango masih ada 232 orang dari total DPT 115.593 orang.

Pemprov Gorontalo sejauh ini cukup responsif mengatasi masalah perekaman KTP-el. Saat deklarasi Gerakan Nasional Perekaman KTP-el yang dihadiri Ketua DKPP, Ketua Bawaslu dan Komisioner KPU RI pertengahan November, Gubernur Rusli berjanji akan membantu pengadaan alat perekaman.

Janji tersebut sudah ditindaklanjuti dengan anggaran lebih kurang Rp186 juta untuk digunakan Dinas Dukcapil Kabgor. Harapannya angka wajib pilih yang belum punya KTP-el berkurang signifikan.

“Saya harapkan tiga hari ke depan perekaman KTP-el sudah selesai,” pinta Wagub.

Selain menyoroti DPT yang belum memiliki KTP-el, Wagub Idris juga meminta kepada semua pihak untuk menyukseskan pilkada dengan angka partisipasi pemilih yang tinggi. Pihaknya menargetkan partisipasi pemilih di Gorontalo mencapai 80,5 persen.

“Target nasional 77,5 persen sementara target kita 80,5 persen. Oleh karena itu, ini menjadi tanggungjawab kita bersama untuk mensukseskannya,” sambung mantan Sekda Provinsi Gorontalo itu.

Pada rapat tersebut, Wagub Idris mengecek kesiapan pengamanan pilkada, kesiapan logistik dan kesiapan pelakasana pemilu di TPS.

Ia berharap pilkada kali ini benar benar memperhatikan protokol kesehatan. Sebab, pelaksanaannya berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

(RL/Read)